Your Ad Here

Tuesday, May 29, 2012

Siapa Sebenarnya Big Daddy Itu?

Siapa Sebenarnya Big Daddy Itu?
JAKARTA - Sejatinya nama Big Daddy dalam jajaran kepromotoran di Indonesia terhitung masih anyar. Jika misalnya dikomparasikan dengan nama Pieter Basuki yang membawahkan Buena Productions, Adrie Subono dengan Java Musikindo, Tommy Pratama dengan Original Production, juga Dewi Gontha -putri Peter F. Gontha- dengan bendera Java Festival Production-nya.
Di luar itu nama Bid Daddy yang saat ini menjadi sorotan karena gagal mendatangkan Lady GaGa meski sepengakuan Michael Rusli, orang nomor satu di institusi itu, telah menggelontorkan rupiah sebesar Rp 20 miliar, keempat nama promotor pertunjukan di atas telah malang melintang dalam kazanah kepromotoran di Indonesia. Jikalau keempat besar promotor itu gagal mendatangkan seorang artis atau kelompok band ke Indonesia, biasanya alasannya adalah "travel warning". Baru kali ini terjadi, sebuah konser gagal, karena banyak penolakan dari berbagai institusi yang mengatasnamakan penjaga moral bangsa.
Big Daddy sendiri, yang menggunakan branding nama: "promoter, ticketing, event management", menggunakan unit usaha PT. Prima Java Kreasi (“PJK”) baru berdiri sejak Februari 2010. Pada mulanya unit usaha mereka melingkupi Big Daddy Family Entertainment (unit usaha ini menghadirkan pertunjukan untuk pangsa pasar keluarga seperti Disney on Ice dan Disney Live. Kemudian Big Daddy Live Concerts (yang menghadirkan sejumlah konser dari beberana nama besar dari mancanegara juga artis lokal), Big Daddy Productions (yang memproduseri juga menyelenggarakan sejumlah pertunjukan seperti membawa Belawan Tour ke AS), dan sejumlah lini usaha lainnya, seperti BD Next, Big Daddy Media, Big Daddy Venue Management dan MyTicket Indonesia.
Pada mula berdirinya, seperti pernah dikatakan Michael Rusli ketika memperkenalkan nama mereka kepada wartawan, berkeinginan turut menyemarakkan industri hiburan di Tanah Air. Dengan memberikan nilai tambah tersendiri atas pertunjukan yang mereka berikan, dengan sajian pemanggungan yang lebih menghibur dan sofisticated. Dengan dukungan sistem ticketing, dan infrasutruktur lainnya yang mendukung.
Meski sejauh ini masih mampu menyembunyikan kekuatan finansial dibelakangnya, yang pasti, dari sederet nama yang pernah mereka hadirkan ke Indonesia, sudah menunjukkan kekuatan finansialnya. Meski acapkali dikomentari sejumlah pemerhati musik seperti Bens Leo, kehadiran sejumlah promotor baru, yang cenderung jor-joran dalam mendatangkan artis ke Indonesia, sangat bisa merusak pasar yang ada.
Lihatlah buktinya, Bid Daddy pernah menghadirkan konser Charice; Infinity Tour, Maret lalu, kemudian Il DIvo & Orchestra, pada Februari. Lalu sebelumnya lagi nama Roxette pernah dia bawa di Mata Elang Stadiun (MES) Ancol masih di bulan Februari. Dan masih di bulan yang sama, pertunjukan musikal The Phantom pf the Opera mereka gelar di Balai Kartini. Kemudian Rod Stewart: The Hits, sukses digelar pada 31 Januari, setelah sebelumnya lagi nama Simple Plan juga sempat menyapa pencintanya.
2011 lalu, Richard Marx World Tour mereka hadirkan pada penghujung Desember, setelah sebelumnya pertunjukan Disney Live Music Festival juga berhasil digelar di bulan November, setelah sebelumnya lagi sukses dengan konser akbar Linkin Park. Yang berhasil menghentak di GBK pada September, mengikuti kesuksesan Big Wave Festival di bulan yang sama.
Sedangkan untuk urusan tontonan keluarga, pertunjukan Disney on ice: World on Fantasy telah berhasil mereka laksananan pada April 2011, menyusul pertunjukan Disney Live: Winne the Pooh pada Oktober dan Disney On Ice Disneylan Adventure pada April. Singkat kata, mereka tidak mempunyai agenda kosong setelah mereka berdiri pada 2010. Dan bersaing dengan sejumlah nama promotor lainnya seperti Showmaxx Entertainment, Ismaya Live, A&D Production, the ThiNK dan TECMA Advertising, Lian Mipro, ORRCA Entertainment, MP Entertainment, Indika Productions, Blade Indonesia, dan beberapa nama lainnya.


Tabungan pementasan
Nama Big Daddy makin dibicarakan ketika berencana dan meskipun akhirnya gagal menghadirkan Lady GaGa ke Indonesia, yang menurut rencana akan digelar pada 3 Juni mendatang di Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurut Michael Rusli, perizinan bukan menjadi masalah lagi, tapi pihak Lady GaGa-lah yang akhirnya membatalkan kedatangan mereka ke Jakarta, dengan alasan menghargai kebudayaan Indonesia.

Dalam kicauannya -via Twitter- Lady Gaga menuliskan komentarnya ihwal pembatalan konsernya di Jakarta, yang berbunyi, "I will try to put together something special for you. My love for Indonesia has only grown." Dengan hastag berbunyi: #GagaSendsLoveToJakarta and all its people. Kicauan itu, menyusul kicauannya yang pertama, berbunyi, "We had to cancel the concert in Indonesia. I'm so very sorry to the fans & just as devastated as you if not more. You are everything to me."
Sekali lagi, meski masih menyimpan rapi berapa banyak kerugian yang diterima, tapi Big Daddy masih mempunyai sejumlah tabungan pementasan lainnya. Seperti pertunjukan Legend Fighting Championship 8, pada 6 Juli nanti di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Kemudian Elton John and Band: Greatest Hits Tour pada 17 November di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol.
Sedangkan ihwal teknis pengembalian tiket konser Lady GaGa "The Born This Way Ball", pihak Big Daddy berjanji via Cancellation Notice yang mereka umumkan secara resmi di laman mereka, akan mengembalikan atau refund 100 persen kepada pembelinya. Adapun pengembalian tiket akan di mulai Minggu 10 Juni. Dan demi kelancaran pengembalian itu, mereka juga harus mengurus izin keramaian. Meski pihak mereka mengakui, "Jika izin keramaian sama dengan izin yang kami sudah dapatkan sewaktu penjualan tiket awalnya di FX." Proses izin keramaian biasanya memakan waktu selama 7 hari.
Sampai saat ini, pihakBig Daddy masih berdiskusi dengan pihak terkait ihwal proses refund, agar menimbulkan rasa aman dan nyaman. "Info lengkap tentang refund 100% akan kami umumkan pada hari Rabu 30 Mei di media, website & di outlet MyTicket," terang poin 6 dalam laman resmi Big Daddy.
Panitia juga sekaligus meminta permohonan maaf kepada Little Monsters -fans Lady Gaga- dan seluruh pemegang tiket pertunjukan. Juga pembeli online, ticket langsung dan semua pihak yang mendambakan kelancaran proses pertunjukan Lady GaGa. Yang pasti, tidak ada batas waktu pengembalian refund.

Sumber : suaramerdeka.com

0 comments:

Post a Comment